Minggu, 28 Desember 2008

BIMBANG

pergi atw tidak?ga semua org dpt twran bsar kyk gini, tp klo pergi sp yg jg tmn2,ade2, ana2....?hidup itu pilihan, seni perjalanan maya ini adalah ketika memilih.



biasanya kalo dikasih kesempatan memilih, walaupun penuh pertimbangan, insya allah mudah dijalani. atau ketika keadaan mepet, kecepatan mengeksekusi pilihan pun masih mampu dijalankan dengan baik...tapi pilihan yang diberikan sejak lama ini rasanya begitu gamang.

Selasa, 23 Desember 2008

wanita yang selalu menunggu

Setelah berpisah dengannya beberapa bulan yang lalu, mungkin tak pernah terbersit dalam pikiranku bahwa dia sedang mengingatku nun jauh disana. dari semua wanita yang pernah dekat denganku , pernah mencoba menarik hatiku, atau bahkan yang pernah membuatku kagum, tak kusangka bahwa dialah yang kini mampu menggetarkan hatiku tiap malam. begitu menyesal, begitu menyesal rasanya mengapa tidak dari dulu aku menyadarinya, kenapa tidak semenjak sebelum Ujian atau bahkan sebelumnya aku merasakan getaran itu, aku justru terpaku pada orang lain yang belum tentu bisa aku ayomi saat ini. sementara jelas saat ini ia mencurahkan rasa sayangnya sepenuhnya kepadaku. berharap pengorbanan besar yang aku lakukan saat ini akan berhasil karena ia tahu bahwa semua yang aku lakukan saat ini adalah untuk mewujudkan desiran dari ujung hatinya yang paling dalam. dia yang selalu mendoakanku tiap malam, dia yang selalu membanggakanku tiap saat, dia yang selalu berharap aku yang terbaik untuknya meskipun aku pun tak pernah tahu. tapi sinyal perasaan itu entah bagaimana bisa teraba oleh hatiku.
walaupun aku tahu bagaimana perasaannya saat ini, aku tak pernah sekalipun merindukannya, entah kerasnya hatiku atau apa yang membuatku menjadi seperti ini.tapi yang aku tahu, aku tahu dia merindukanku, mengharapkan kehadiranku di sampingnya setiap saat. entah tiap berusaha memunculkan rasa sayang itu, aku tak pernah bisa. yang bisa aku lakukan hanya berjanji pada diriku sendiri bahwa suatu saat nanti aku kan datang untuk mengobati rasa rindunya, aku tak ingin ia menderita karena rasa rindunya padaku. karena kini aku sadar, seperti apa cinta itu tak akan bisa dimengerti dengan titian kata, maupun rajutan kata seperti ini.

karya ini kupersembahkan untuk wanita yang selalu menungguku: M.G.S

Sabtu, 20 Desember 2008

Tragedi Ujian Praktek Kimia

part II: manipulasi Lakmus (ending)
secercah cahaya pantulan sinar matahari itu adalah pantulan dari kacamata bu kartini yang berdiri di samping jendela. beliau berkata, " kenapa bisa seperti ini, kelik?"tersentak aku kaget dengan pertanyaanx, aku sadar aku berada di dimensi yang lain.ternyata semua kejadian itu hanya terjadi dalam pikiranku selama beberapa detik. semua kecuali larutan yang mengelembung itu membasahi meja. lantas beliau pun tahu jawabannya, " semestinya ini tabung reaksi kau kasih masuk setelah airnya mendidih, nak." kontan aku pun hanya bertatap mata dengan pengawas yang dingin yang menyuruhku cepat2 memasukkan tabung reaksi tadi. seakan pikiranku ingin membela diri, namun hatiku mengubahnya. aku pun minta maaf pada bu kartini.percobaanku hampir gagal, karena yang selanjutnya agk susah untuk mengidentifikasi larutan itukarena sukar bereaksi, akhirnya melalui kesepakatan tidak tertulis, jadilah larutan pertama sebagai aldehid dan yang kedua sebagai keton.
nah sekarang berjalan menuju meja kedua, kini titrasi asam basa, cukup mudah karena hanya mencampur larutan dengan indikator fenolftalin (PP) di tabung reaksi dan menetukan asam atau basa. laruatn 1 asam,2 netral,3 asam. namun saat menggunakan kertas lakmus aku tertegun sesaat, karena pada larutan ketiga kertas lakmusku berubah warna menjadi biru, akhirnya setelah mempertimbangkan baik buruknya aku mengubah data bahwa larutan ketiga adalah basa dengan indikasi bahwa aku salah melihat reaksi di tabung reaksi, lagipula kertas lakmus lebih mudah diawasi oleh pengawas. saat memperbaiki data di lembar jawaban, bu hamidah datang menghampiri dan mengatakan," yak, nanti tolong alatnya dibersihkan dan panggil no.urut dibawahmu ya, nak." yeah luar biasa, artinya jawabanku telah benar dan yang lebih menguntungkan lagi aku diingatkan untuk membersihkan alat, padahal itu termasuk kriteria penilaian dan semestinya pengawas tidak boleh memberikan petunjuk apapun. padahal aku tadi sempat mau cepat2 kabur sebelum ditanya mengenai data2 di lembar jawaban...hihi...
akhirnya aku keluar dari lab dengan rasa berbeda ketimbang yang ada dipikiranku 15 menit yang lalu,yaitu yang sebelumnya keluar dengan rasa panik dan galau kini aku keluar dengan penuh rasa ....biasa aja tuh.(soalnya baju lab ku kotor kena goresan pensil dan tinta polpen yang kujejalkan di dalam kantong baju lab)
akhirnya hari itu aku belajar bahwa:
1. segala sesuatunya harus dihadapi
2. membenarkan kata2 kak zul saat diklatsar23, bahwa untuk memenangkan kompetisi, perlu kecerdikan.
3. kalau keluar dari lab setelah praktek, harus siap2 ditanyai sama anak2 lain...
4. untuk mendapatkan sesuatu ada harga yang harus dibayar(baju labku hiks...)

semua yang ada dalam narasi ini benar apa adanya. mohon maaf kalau kurang maksimal, karena tulisannya ga sempat diedit jadi langsung di posting,soalnya dikejar deadline.

Narasi ini dibuat untuk dijadikan referensi bagi adik2 peserta didik smunel, kalo ada perlu soal akademik di skul hubungi saja langsung dimanapun dan kapanpun aku berada, akan saya bantu semaksimal mungkin(cie),ga perlu sungkan atau takut karena aku ga makan orang kok (lho emang omen... )

Tragedi Ujian Praktek Kimia

berdasarkan kisah nyata Kelik(no.urut 14)-16 tahun
Part I: Larutan Aldehid yang Meluap
kisah ini mungkin yang paling mengesankan saat ujian praktek (setelah ujian nasional 2008).hanya segelintir orang yang tahu akan hal ini, yaitu sabrina (12) armansah(13) dan mungkin juga ayu (15) serta yang berada di skitar TKP yang tahu persis keadaan waktu itu, baiklah untuk meluruskan isu2 yang berkembang , aku akan meluruskan seperti apa kejadian yang sebenarnya.
waktu itu hujan rintik2, saat dapat giliran, masuklah aku ke lab kimia berbekal baju lab, pulpen kesayangan dan pensil serta penghapus n karet,ibu hamidah(guru kimia kls 1net1,2,3,4) langsung menyambutku dengan kata2, "di ibu kartini kosong, nak kelik"
(maklum,waktu klas 1 beliau pernah aku kira lagi hamil,saking terkejutnya beliau mendengar pernyataanku, akibatnya masih mengingatku sampe skrang)
sungguh lama rasanya berjalan menuju meja bu kartini(guru kimia kls 3ipa1,2), maklum,ini ujian praktek ke2q setelah ujian praktek larutan asam basa u syarat kenaikan kelas tahun lalu...(masih klas2)
materi yang kudapat adalah "penentuan senyawa aldehid atau keton"...ahhh.....secara sistematis maka sudah pasti aku tak akan ke mejanya bu rara(guru kimia klas 2ipa3,4,5) u mempraktekkan larutan lugol, biuret, benedict dsb(sistem praktek menyelesaikan 2 dari 3 percobaan)...setelah mencampur larutan dengan sigapnya, akhirnya aku menunggu air di gelas kimia mendidih, sebelum memasukkan tabung reaksi ke dalamnya...(sekalian mhangatkan diri di dekat api bunsen)namun...pengawas yg 1- yang mengganti bu kartini yg lagi pergi- menyuruhku untuk langsung memasukkan tabung reaksi ke gelas kimia. sempat menolak tapi sang pengawas begitu dingin terhadapku...akhirnya kulakukan juga....firasat ga enak, karena secara teori( maklum ga pernah praktek langsung) harusnya dimasukkan ketika air telah mendidih...KESALAHAN TERBESARq, lupa bahwa pikiran punya kekuatan,alhasil afirmasi negatif itu menjadi kenyataan..saat ibu kartini datang, tiba2 larutan tabung 1, mengeluarkan gelembung2 aneh, bahkan sampai keluar membasahi meja...
panik, semua peserta ujian kalangkabut,para pengawas berteriak2 memberi instruksi agar meninggalkan ruangan secepat mungkin, laboratorium terbakar, bel berbunyi tanda evakuasi pelajar sma 5,aku terdiam terpaku, inilah kesalahanku, akankah aku berurusan dengan aparat keamanan?
suasana semakin kacau, namaku disebut2 diluar, atau lebih tepatnya diteriaki(maksudnya dipanggil agar cepat keluar) akhirnya aku berlari menuju pintu lab, namun saat keluar aku lupa bahwa di seberang pintu ada meja tenis yang diparkir sembarangan, akhirnya setelah menubruk meja tenis, jalan keluarku tertutup.....aku teringat, kemampuan menahan napasq hanya 1 menit 13 detik(jauh dibawah normal)....aku berpikir apakah aku masih bisa bertahan hidup, setidaknya sampai akhir mei saja?
saat hampir putus asa, pertolongan itu datang, secercah cahaya pantulan sinar matahari membuatku sadar bagaimana cara u keluar dari tempat ini.....

to be continued
part II: manipulasi Lakmus (ending)

Selasa, 16 Desember 2008

Kurang Kerjaan Entenk

copyright from http://profiles.friendster.com/26212697


  • LP si kecoa!!
  • Posted 12/13/2008 2:43 pm
  • pemimpin sidang award :
    - terbudaya : omen
    - terajin ketuk palu : saya..hahaha..
    - terkeren : tyar
    - terjaim : kelik
    - termemihak : hahaha..ada deh!!
    .
    SETUJUUU!!

  • LP Yasa
  • Posted 12/14/2008 10:11 pm
  • rapat koordinasi award...
    paling sering bhs keuangan n ga pnh mau pimpin rakord : rahman
    paling sering bahas administrasi n menegur: setia
    paling sering bhs non teknis n kecewa: Tyar
    paling sering bhas teknis n marah2 : fithrah
    paling pusing pikir yg ini dibawah: saya
    paling sring ngaco : nassami kau ptnk

  • LP SOS Plankton
  • Posted 12/16/2008 9:37 pm
  • Award (juga)

    TerLincah: Tyar (award gak jelas)
    TerngaCo: Ptnk
    Terbijak: Egha
    Terdewasa dan dianggap tua: Kelik
    Terhitam: Omen

  • LP si kecoa!!
  • Posted 12/17/2008 7:12 am
  • hahaha . .
    keren smw nominasinya . .
    kreatife . .
    nnt dimsukkan ke blog . .
    hehehe . .
    any others ?
dasar anak muda.....

Minggu, 14 Desember 2008

si "orang2an sawah kesasar"

(copyright from wondersilversky.blogspot.com n http://www.friendster.com/group-discussion/index.php?t=msg&goto=23020200&#msg_23020200 )

seingatku tiap malam diklat XXIII selalu ada peserta yang tidur, apalagi laki2..bahkan sampe ada yang diberikan penghargaan "Peserta Tertidur"(plg sring tidur), sumpah...ga bangga ka saya kalo dapat award begituan...masuk nominasi saja mungkin kejang2ka,,,namun malam ketiga diklat..ada 1 orng yang tidak pernah remidial saat unit tes 1(evaluasi materi per hari) dan tak pernah tidur, akhirnya takluk juga...sayangnya beliau tidak pandai menjaga kantuknya saat materi ANATOMI yg dibwakan kalo ga salah sama kak ochank...setelah kedapatan...beliau disuruh berdiri di depan pemateri dengan posisi anatomi(kalo ga salah namanya posisi sempurna namanya deh, auk ah gelap...)sepanjang materi...
alhasil tampaklah dia bagaikan orang2an sawah di dalam ruang materi....saat di ruang tidur dan ruang makan keesokan harinya...dia menjadi bahan calaan...bahkan saat makan pagi kak jaka02 menantang peserta yang bisa meniru gaya semalam dan akan mendapat reward( perkedel tambahan,tapi si "orang2an sawah kesasar" itu tidak mau...akhirnya ia hanya makan lauk seadanya...padahal sebagian peserta laki2 mndapat lauk tambahan...(asli, enak perkedelnya, pasti kak dhila06 yg masak)padahal secara logika, si "orang2an sawah kesasar" itu lebih ahli n bpengalaman...bebrapa bulan kmudian ia pun menyesalinya(deh, ngapami menyesal)

siapa sangka, si "orang2an sawah kesasar" itu menjadi salah seorang motor penting dalam kepengurusan 2006-2007, menjadi ketua panitia evakuasi, PJ acara Diklat 24(bahkan sebagian administrasi SC dia kerjakan), dan terpilih secara dramatis menjadi salah 1 BPA di tahun berikutnya....
dia adalah sosok yang menurut catatan harianku...sebagai orang yang suka membahas teknis kerja organisasi, begitu kuat mempertahankan pendapat, rela berkorban demi teman2 Pmr(trutama saat awal kls 2)...kini meskipun telah berada di salah satu sekolah tinggi di jakarta...akan selalu ada yang menanyakan adik2x di wismu 05...yaitu dia...si "orang2an sawah kesasar"

nB: buat calon peserta Diklat:"jangan suka tidur sembarangan kalo malam diklat..."

Senin, 08 Desember 2008

TIE A YELLOW RIBBON

Pada tahun 1971, surat kabar New York Post menulis mengenai seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, USA:

Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik hati, yang sangat mencintainya. Sayangnya, ia tidak pernah menghargai istrinya itu. Ia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Ia sering pulang larut malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan istrinya. Suatu malam pria ini memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Ia mencuri uang tabungan istrinya, lalu dengan bis ia menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama beberapa orang temannya ia memulai bisnis, dan untuk beberapa saat pria ini menikmati hidupnya. Sex, gambling dan drugs…semua ia nikmati.

Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal dan ia mulai kekurangan uang. Lalu ia banyak terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang lain. Akhirnya, pada suatu saat naas, ia tertangkap. Polis menjebloskannya ke dalam penjara dan pengadilan menghukumnya 3 tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, si pria mulai merindukan rumahnya. Ia merindukan istrinya, anaknya dan keluarganya. Akhirnya ia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia dan bahwa dia masih sangat mencintai istri dan anak-anaknya. Ia berharap masih boleh kembali, namun ia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat. Oleh karena itu, ia mengakhiri suratnya dengan menulis :

"Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning untukku pada satu satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, it’s okay, aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis dan aku akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji, aku tidak akan pernah lagi mengganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku".

Akhirnya, hari pelepasan dari penjara tiba. Ia sangat gelisah. Ia tidak menerima surat balasan dari istrinya. Ia tidak tahu apakah istrinya menerima suratnya, atau sekalipun istrinya membaca surat tersebut, apakah istrinya mau memaafkannya? Pria itu naik bis menuju Miami, Florida dan melewati kampung halamannya, White Oak. Ia sangat sangat gugup.

Sepanjang perjalanan seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada supir bis tersebut,"Tolong, ketika melintasi White Oak, menyetirlah perlahan. Kita mesti lihat apa yang akan terjadi". Pria tersebut semakin berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Ia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya, ia melihat pohon itu. Air mata menetes di matanya. Ia tidak melihat sehelai pita kuning. Tidak sehelai pita kuning di pohon itu. Tidak ada sehelai…

Tidak sehelai, melainkan ada seratus helai pita-pita kuning…….bergantungan di pohon beringin itu. Seluruh tubuh pohon beringin satu-satunya di pusat kota White Oak, Georgia itu dipenuhi pita berwarna kuning…!!!

Sang supir bis langsung menelepon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu "Tie A Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree". Dan ketika album ini dirilis pada bulan Februari tahun 1973, di bulan April 1973 lagu tersebut menjadi hits no.1 di Amerika.

Tie A Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree

I’m comin’ home
I’ve done my time
Now I’ve got to know what is and isn’t mine
If you received my letter telling you I’d soon be free
Then you’ll know just what to do
If you still want me
If you still want me

Tie a yellow ribbon ’round the old oak tree
It’s been three long years
Do you still want me
If I don’t see a ribbon around the old oak tree
I’ll stay on the bus
Forget about us
Put the blame on me
If I don’t see a yellow ribbon around the old oak tree

Bus driver
Please look for me
‘Cause I couldn’t bear to see what I might see
I’m really still in prison
And my love, she holds the key
A simple yellow ribbon’s what I need to set me free
I wrote and told her please

Tie a yellow ribbon around the old oak tree
It’s been three long years
Do you still want me
If I don’t see a ribbon around the old oak tree
I’ll stay on the bus
Forget about us
Put the blame on me
If I don’t see a yellow ribbon around the old oak tree

Tie a yellow ribbon around the old oak tree
It’s been three long years
Do you still want me

Now the whole damned bus is cheerin’
And I can’t believe I see
A hundred yellow ribbons around the old oak tree

(Tie a ribbon around the old oak tree)
(Tie a ribbon around the old oak tree)


untuk yang sedang kesal pada orang lain dan berjanji tidak akan memaafkanx, masih kah?

MANA NITA?

dirumah akhir2 ini bikin bete...biasanya ada si nita yang selalu berbagi cerita lewat hape atau kalo ketemu langsung...yah minimal lewat hape dia bisa cerita tntang kejadian sehari2nya sampe seharian(apalagi kalo ketemu...dehhhh)...maklum anak sanguin ini hobi nonton film serial n ga suka ma kebosanan...jadi kalo ada sedikit bosan...langsung cari alternatif lain....pernah suatu hari dia sms waktu lagi bete...siapa sangka dia ditinggal ibunya di mall...gara2 ibunya ketemu teman lamax, dia disuruh minggir dulu,mungkin temannya tampak awet muda sedangkan bliau malu dah punya anak besar ,(atau malu punya anak kayak nita..haha)spontan kusuruh dia melapor ke bagian informasi....dengan cepet langsung smsnya tiba(panjang lagi isinya...)isinya," mang aku anak umur 5 tahun suruh ngelapor ke bagian anak ilang, pasti nyuruh ke informasi biar aku dikirain anak ilang kan?huuh"
(ckckck...anak sanguin...responnya cepat..dalam waktu setengah menit...smsq yang panjang dan penuh teka-teki berhasil dipecahkannya dngan cepat dan akurat...mana ngetik blsannya lagi... )
tapi sifat ke-plegmatisanx membuat ia rtrus menunggu ibunya. katanya "biar ibuku dituggu 5 tahun, pasti bliau kembali kok"....ckckck
untungnya penantiannya membuahkan hasil, blum sampe 5 tahun,(5 jam aja blum) ibunya muncul dari langit(bah, memangnya sulap, kayak omen saja bisa muncul tiba2)eh dari balik dinding...maksudnya bukan nembus dinding, tapi muncul dari lorong gitu...syukur...aku juga dah capek ngeladenin ni anak smsan sampe malam....
akhirnya mereka pulang kerumah dan hidup bahagia selama2nya(kok kayak ceritanya putri salju?) sebenarnya ada yang lebih menarik lagi, waktu dia berencana mau mecahin celenganx yang berbentuk ayam buat beli sesuatu yang bikin dia penasaran..gila ngotot abis ni anak(lho kolerisnya kok dominan juga?, ah bukan itu bagian dari sifat sanguin yang ingin selalu tahu)
tapo berhubung waktu sdah malam...da kondisiku blum fit benar...kita lanjutkan saja lain kali...
ahhh...tuh jadi ingat di awal posting...pengen ketemu nita yang bisa mencairkan suasana... hei nita dimana engkau gerangan?.....sudahkah kau pecahkan celengan ayam hasil tabunganmu selama bertahun2 itu?

NB: ini cerita cuma buat referensi aja..ga maksud apa2.....kok tiba2 ingat aja..jadi ku posting aja deh...mhon maaf buat nita kalo ada salah dalam penulisan...maaf buat kakak2 alumni kowismu karena aku melakukan kesalahan besar, padahal aku tau tdak ada boleh menyebutkannya, aku akan push up 10 kali sesuai pejanjian kita...karena telah menyebutkan nama besar sosok yang lebih menaklutkan dari "Dementor",
yaitu "You Know who, Omen"
ARGHHHHH>>>>>>>>>>2 kali lipat Push up ku..........!#!%$$$$$$!$$$$

SAKIT ITU GA ENAK

sumpah..ga enak...banyak pekerjaan tertunda...ga bisa belajar...ikut tryout asal2an....ambil barang di mtc kayak orang mau pingsan(pantas na liat2i ka orang disana), gaji tertunda,sampe di rumahnya sepupuku , irma bilang pucat mukaq..., trus gas kompor cepat habis alx pake masak air anget buat mandi (rekening air bengkak juga dong), obat dosisnya ditambah (cepat habis dong), minyak kayu putih berkurang, tidur ga nyenyak, nonton AFF cup ga nyaman, tyar datang kayak dicuekin(sori pak cik...hapemu ga rusak ji toh?)blum lagi ada adeq yang marah( pukul ma saja deh)...ahhhh kapan ku sembuh total....

NB: buat teman2q jangan kasih ka makanan aneh2, ajak ke tempat yng kondisi lingkunganx aneh, suhunya bukan suhu kamar, ma yang ber asap rokok....

nb2: makan teratur...jangan sok jago kuat ga makan...alnya itu kebutuhan primer...(pelajaran IPS kelas 3 SD dan pelajaran ekonomi bab 1 klas 1 smp)

WISMU05

FOTO2